Minggu, 20 Juni 2010

Pendengkur Beresiko Hipertensi & Impotensi

Masalah mendengkur mungkin sering kita anggap sebagai hal yang sepele. Ibarat gunung es, dibalik masalah kecil ini tersimpan masalah yang lebih besar lagi. Siapa sangka masalah gangguan tidur, termasuk mendengkur, membuat rentan pada penyakit jantung, tekanan darah bahkan impotensi.

Selain OSAS (Obstructive Sleep Apnea Syndrome), nama lain untuk mendengkur, masih banyak masalah gangguan tidur lainnya. Misalnya tidur berjalan, bicara sambil tidur, kram kaki waktu tidur bahkan ada juga kejang-kejang sewaktu tidur.

Masalah ini dapat diwaspadai dengan mengenali gejala-gejalanya. Beberapa gejalanya khas yakni, sulit memulai tidur, sering terbangun tengah malam atau sakit kepala di pagi hari.

Di Indonesia kasus-kasus seperti ini memang belum signifikan. "Penelitian khusus di Indonesia belum dilakukan. Tapi secara global, kasus ini terjadi pada 4% pria dan 2% wanita di dunia. Kawasan yang rentan adalah kawasan pasifik, termasuk Indonesia," ujar dr Teguh Widjaja SpP., FCCP, Koordinator Sleep Lab Rumah Sakit Immanuel Bandung.

Akibat dari gangguan tidur ini tidak bisa dianggap sepele. Mulai dari hal sederhana seperti turunnya produktivitas kerja, penderita gangguan tidur rentan dengan tekanan darah tinggi, stroke, penyakit jantung sampai impotensi.(Pratiwi Ester Novita Manik - detikBandung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails