Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Juni 2010

Insomnia



Deskripsi
Insomnia merupakan gejala/keadaan ketika seseorang mengalami kesulitan tidur. Jika sudah kronis, insomnia bisa membuat stres, depresi, menyebabkan sakit, cemas dan banyak lagi.

Gejala
Susah tidur di malam hari.

Pencegahan
Untuk mengatasi insomnia kronis sejak dini yang sebaiknya dilakukan:
1. Mengatur pola tidur sestabil mungkin. Tidur dan bangun di waktu yang sama setiap harinya, walaupun hari libur. Membiasakan menepati jadwal itu agar pola tidur kembali normal.

2. Menghindari minum kopi ataupun makanan dan minuman berkafein dari sore hingga malam menjelang tidur.

3. Membiasakan berolahraga.

4. Meninggalkan rokok, karena nikotin yang terdapat dalam rokok adalah stimulan.

5. Menggunakan ranjang hanya untuk tidur. Bagi yang sudah bersuami istri menggunakan ranjang sebagai aktivitas hubungan intim. Selain itu, tidak membiasakan diri melakukan kegiatan lain di atas ranjang. Seperti makan atau bekerja. Hal ini berguna untuk mensugesti bahwa ketika di ranjang maka itulah saatnya tidur.

6. Mengatur kondisi kamar senyaman mungkin, tenang, dan sedikit gelap. Jika jam dinding membuat sulit terlelap sebaiknya jangan tidur menghadap jam.(detikhealth)

Insomnia vs Narkolepsi, Anda Termasuk yang Mana?

Tidur kerap menjadi masalah bagi sejumlah orang. Ada orang yang gampang tidur (narkolepsi) tapi ada juga yang sulit tidur (insomnia). Anda termasuk yang mana?

National Sleep Foundation seperti dilansir dari healthday, Kamis (9/7/2009) menjabarkan insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur, walaupun sebenarnya kesempatan untuk tidur ada.

Gejala tersebut biasanya diikuti dengan gangguan fungsional pada saat bangun. Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau ada permasalahan psikologis.

Untuk menyembuhkannya ada yang menggunakan bantuan medis dengan minum obat tidur, atau dengan terapi psikologis yaitu dengan melakukan terapi kognitif.

Dalam terapi tersebut, pasien dituntun untuk memperbaiki kebiasaan tidur dan menghilangkan asumsi yang kontra-produktif mengenai tidur. Jika anda menggunakan obat penenang sebaiknya diatur penggunaannya agar tidak menyebabkan ketergantungan.

Insomnia ada 3 macam, yaitu: transient insomnia (tidak bisa tidur hanya beberapa malam saja). Insomnia jangka pendek (susah tidur 2-4 minggu saja) biasanya diakibatkan oleh beberapa hal penting yang terjadi di kehidupan penderita misal stress. Terakhir adalah insomnia kronis (tidak bisa tidur hampir setiap malam) banyak penyebabnya misal gangguan ginjal, dan stress kronis.

Kebalikan dari insomnia adalah narkolepsi. Narkolepsi bisa dikatakan sebagai serangan tidur, dimana penderitanya sangat sulit mempertahankan keadaan sadar.

Gejalanya adalah mengantuk berlebihan, walaupun telah tidur cukup pada malam hari. Penderita narkolepsi bisa mendadak jatuh tidur dimanapun dan dalam waktu kapanpun. Saat ini banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa mengalami narkolepsi.

Narkolepsi memang tidak mematikan, namun dapat mengurangi kualitas hidup seseorang dan membahayakan penderita atau orang lain, jika tertidur ditempat yang salah.

Penderita narkolepsi biasanya dicap pemalas, tukang tidur, karena sering mengantuk dan kekurangan tenaga. Pada penderita narkolepsi gelombang REM (Rapid Eye Movement atau tahap dimana kita bermimpi) seolah menyusup ke gelombang dasar, akibatnya kantuk menyerang terus dan otak seolah bermimpi dalam keadaan sadar.

Sampai saat ini obat-obatan yang ada hanya untuk pencegahan bukan untuk menyembuhkan. Jadi untuk membantu penderita narkolepsi, dukungan keluarga dan orang-orang terdekat sangat diperlukan. Hal ini untuk mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan.

Tips agar dapat tidur dengan cukup dan nyenyak:
1. Biasakan mempunyai jam tidur yang sama.
2. Pastikan kamar tidur anda gelap, nyaman dan sepi.
3. Menggunakan bantal, kasur dan guling yang nyaman untuk digunakan.
4. Usahakan TV dan komputer berada di luar kamar tidur anda.
5. Tidak megngkonsumsi kafein atau alkohol minimal 8 jam sebelum tidur.
6. Melakukan latihan ringan, dan berhenti minimal 3 jam sebelum tidur.

Jika anda mengalami salah satu dari gangguan tidur tersebut, segeralah periksa ke dokter, agar dapat ditangani dengan baik. Karena sesuatu yang berlebihan akan berakibat buruk pada tubuh. (Vera Farah Bararah - detikHealth)

iPad Timbulkan Risiko Insomnia


iPad dan gadget lain yang mengeluarkan cahaya terang diyakini akan mempengaruhi otak penggunanya untuk tetap terjaga, serta mengganggu pola tidur penggunanya. Itu sebabnya, agar Anda dapat terlelap dengan nyaman, para ahli menyarankan untuk mematikan gadget dua jam sebelum waktu tidur.

Studi terbaru yang dipimpin Phyllis Zee dari Northwestern University, Chicago itu menyebutkan bahwa dominasi cahaya biru terang yang dipancarkan gadget akan mengelabui otak untuk berpikir bahwa hari masih siang. Hal tersebut membuat kita terbangun dari tidur serta meningkatkan risiko sulit tidur atau insomnia.

Tubuh kita, seperti dikatakan para ahli, secara alamiah akan mulai beristirahat sekitar pukul 9 atau 10 malam. Namun kemudian, tubuh akan dibingungkan ketika kita menggunakan iPad, laptop, iPhone dan gadget lainnya. Demikian seperti dikutip detikINET dari Daily Mail, Senin (17/5/2010).

"Jika Anda menggunakan gagdet tersebut menjelang waktu tidur, cahaya biru yang terpancar akan merangsang otak agar terjaga dan menunda waktu tidur," terang Zee, yang merupakan Direktur Centre for Sleep dan Circadian Biology di Northwestern University.

Lebih penting lagi untuk diketahui, Zee menyebutkan, kondisi seperti ini akan mengacaukan ritme tidur. "Nantinya terbentuk satu pola pada otak Anda yang menentukan kapan Anda tidur dan terjaga," tandasnya (Rachmatunnisa - detikinet)

Jet Lag

Deskripsi

Jet lag, juga disebut sindrom perubahan zona waktu, adalah suatu gangguan tidur yang dapat mempengaruhi siapa saja yang melakukan perjalanan melewati beberapa zona waktu. Jet lag disebabkan oleh gangguan pada tubuh jam internal atau ritme sirkadian - yang memberitahu tubuh kapan waktunya akan terjaga dan kalau sudah waktunya untuk tidur. Semakin banyak melintasi zona waktu, semakin besar kemungkinan mengalami jet lag.

Jet lag dapat menyebabkan kelelahan di siang hari, perasaan yang tidak sehat, kesulitan untuk tetap waspada dan masalah pencernaan. Jet lag bersifat sementara tetapi dapat menghambat kinerja.

Jet lag dapat terjadi kapan saja ketika seseorang melewati dua atau lebih zona waktu. Jet lag terjadi karena melintasi berbagai zona waktu sedangkan jam internal tubuh menempatkan jam atau irama sirkadian (satu sistem dalam tubuh yang mengatur siklus tidur-bangun). Perbedaan zona waktu dan jam tubuh tersebut tidak sinkron.�

Misalnya, seseorang yang melakukan penerbangan selama enam jam dari New York ke Paris. Sebagai contoh jika sesepramh meninggalkan New York pada jam 4 pagi di hari selasa waktu New York dia akan tiba di Paris pada hari Rabu jam 7:00 pagi waktu Paris. Menurut jam internal tubuh jam 1 dini hari adalah waktunya istirahat, tapi zona waktu di Paris menunut untuk bangun pagi . Oleh karena itu tubuh membutuhkan beberapa hari untuk menyesuaikan, mulai dari siklus bangun-tidur, pola makan, atau kebiasaan buang air besar di tempat baru.

Gejala
Gejala jet lag dapat berbeda-beda. Penderita mungkin mengalami hanya satu gejala atau beberapa gejala. Gejala Jet lag tersebut antara lain:
* Susah tidur - seperti insomnia, bangun awal atau kantuk yang berlebihan
* Kelelahan di siang hari
* Kesulitan berkonsentrasi
* Masalah perut, sembelit atau diare
* Perasaan umum tidak baik
* Nyeri otot
* Gejala menstruasi pada wanita yang sering bepergian

Perawatan

Jet lag biasanya tidak memerlukan pengobatan. Namun, jika terus-menerus melakukan perjalanan jauh dan mengalami jet lag, dokter mungkin meresepkan obat atau terapi cahaya.

Sumber: mayoclinic.(detikhealth)

Jika Sering Mengalami Sulit Tidur


  1. Tidur yang cukup adalah salah satu kebutuhan hidup. Dalam sehari dibutuhkan waktu tidur sebanyak 7-6 jam. Kekurangan atau kelebihan waktu tidur akan berakibat tidak baik bagi kesehatan. Salah satu halangan untuk mendapatkan waktu tidur yang sesuai adalah salah satu faktor adanya kesulitan tidur. Jika anda sering mengalami gangguan sulit tidur, ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar Anda tidak mengalami kesulitan tidur. Buat Jadwal Tidur Tidurlah pada jam yang sama setiap malam dan bangun pada jam yang sama setiap paginya. Kacaunya jadwal ini akan membuat Anda mudah terserang insomnia. Tidur lebih lama saat akhir pekan juga akan mengacaukan jadwal Anda dan membuat Anda kesulitan bangun pagi di hari Senin.
  2. Berolahraga. Lakukan olahraga selama 20-30 menit setiap harinya. Olahraga yang rutin ini dapat membantu Anda untuk tidur lebih pulas. Untuk hasil terbaik, lakukanlah olahraga sekitar 5-6 jam sebelum jam tidur Anda. Olahraga yang mendekati jam tidur justru akan mengganggu tidur Anda.
  3. Hindari Kafein, Nikotin, dan Alkohol. Sebisa mungkin indari minuman yang mengandung kafein, yang memang mempunyai fungsi untuk membuat orang terjaga. Kafein terkandung dalam kopi, coklat, soft drink, teh non-herbal, obat untuk diet, dan beberapa obat penghilang sakit. Perokok juga sering hanya mempunyai waktu tidur yang sedikit. Mereka sering terbangun pada dini hari akibat nikotin. Dan alkohol membuat seseorang tidak dapat tidur dengan nyenyak meskipun waktu tidur mereka sebenarnya terlihat cukup.
  4. Bangun Saat Matahari Menyingsing. Bila mungkin, bangunlah bersamaan dengan saat terbitnya matahari. Sinar matahari ini membantu tubuh kembali me-reset jam biologis setiap orang. Bahkan, para ahli menyarankan bagi mereka yang mengalami kesusahan tidur untuk bangun satu jam setelah matahari mulai bersinar.
  5. Jangan Berbaring di Tempat Tidur dalam Keadaan Terjaga . Jika Anda kesulitan tidur, jangan hanya justru berbaring di tempat tidur. Kerjakan hal lain, seperti membaca, melihat TV, atau mendengarkan musik sampai Anda merasa lelah. Kegelisahan akibat tidak dapat tidur dapat membuat Anda insomnia.
  6. Kontrol Suhu Ruang Tidur Anda . Jaga agar suhu ruang tidur Anda agar terasa senyaman mungkin. Suhu yang ekstrim akan mengganggu tidur Anda atau bahkan menghalangi Anda untuk tertidur.
  7. Temui Dokter Apabila Sulit Tidur Berlanjut . Bila Anda mempunyai kesulitan tidur di malam hari, atau bila Anda selalu merasa lelah di tiap pagi, maka Anda mungkin mengalami sleep disorder dan sebaiknya segera menemui dokter atau pskiater. Penyakit ini dapat ditangani dengan efektif oleh ahlinya, dan Anda akan kembali .(Rizkie Nurindiani - detikHealth)

Kenapa Orang Mengiler Saat Tidur?

Ada berbagai macam gangguan tidur yang bisa membuat seseorang merasa malu jika diketahui oleh orang lain, salah satunya adalah mengiler saat sedang tidur. Lalu apa yang menyebabkan seseorang mengiler saat tidur?

Jika seseorang mengiler saat tidur tentu akan membuat tidurnya menjadi tidak nyaman. Air liur yang keluar dari mulut ini terkadang sulit untuk dicegah, sehingga membuat orang menjadi malu saat terbangun.

Kondisi ini mungkin sering ditemukan pada bayi yang mau tumbuh gigi, sehingga bayi akan mengiler saat tidur atau saat sedang terjaga. Tapi hal ini akan berbeda jika terjadi pada orang yang sudah dewasa.

Sebagian besar orang akan menyadarinya setelah bangun tidur, atau terbangun karena mendapati bantal yang sudah basah. Mengiler saat tidur bisa menjadi fenomena yang normal atau bisa juga terjadi akibat kondisi medis tertentu yang bisa meningkatkan produksi air liur. Meski demikian hal ini tentu saja bisa memalukan orang tersebut jika diketahui oleh orang lain.

Mengiler disebut juga dengan sialorrhea, yaitu suatu kondisi yang dialami oleh jutaan orang dalam tidurnya setiap malam. Hal ini terjadi ketika seseorang bermimpi atau saat istirahat.

Seperti dikutip dari eHow, Jumat (4/6/2010) salah satu penyebab dari kondisi mengiler saat tidur adalah akibat mulut yang kering sehingga memicu produksi air liur berlebih. Selain itu ada juga beberapa kondisi lain, yaitu:

  1. Tidur dengan mulut terbuka. Tidur dengan kondisi seperti ini menyebabkan mulut kering lebih cepat karena kelembaban dari mulut hilang. Hal ini memicu air liur yang ada di dalam mulut untuk keluar, sehingga membuat orang mengiler.
  2. Efek samping dari obat yang dikonsumsi. Beberapa obat terkadang memiliki efek samping seperti mulut kering atau menyebabkan adanya gangguan pada kelenjar yang bertugas memproduksi air liur.
  3. Adanya masalah pada gigi, seperti infeksi pada gigi atau gusi orang tersebut yang mempengaruhi air liur.
  4. Memiliki anatomi mulut yang tidak normal, seperti lidah yang terlalu besar, gigi yang terlalu rapat atau pembesaran kelenjar limpa.


Untuk mengatasinya seseorang harus mengetahui terlebih dahulu apa penyebab ia mengiler saat tidur. Cara terbaik untuk mengurangi kondisi ini adalah dengan menghindari posisi tidur miring, karena posisi ini akan mendorong rahang untuk terbuka sehingga menyebabkan mulut terbuka saat tidur.

Jika penyebabnya adalah kondisi medis, maka tak ada salahnya untuk konsultasikan dengan dokter. Jika jumlah air liur yang dikeluarkan memang berlebihan, maka dokter akan meresepkan obat untuk mengurangi jumlah air air liur yang dihasilkan oleh kelenjar. Namun pemberian obat ini harus atas resep dokter karena bisa menyebabkan dehidrasi.
(Vera Farah Bararah - detikHealth)

Kurang Tidur? Awas Libido Menurun!

Kurang tidur tidak hanya berbahaya pada saat Anda akan menyetir. Fakta terbaru menyebutkan bahwa kurang tidur dapat mengakibatkan menurunnya libido pada pria. Waduh... Aktivitas yang tinggi secara otomatis mengurangi waktu istirahat, juga waktu tidur. Namun ternyata kurangnya waktu tidur juga berdampak negatif pada kehidupan seks seseorang. Kehidupan seks Anda bermasalah? Mungkin ini jadi salah satu alasannya. Professor Monica Andersen, guru besar universitas Sao Paulo, Brazil, mengungkapkan fakta tersebut pada 'International Sleep Conference' di Cairns, Australia. Demikian dikutip detikhot dari Foxnews, Jumat (9/11/2007).

Dalam konferensi tersebut, Monica menjelaskan bahwa kurangnya waktu tidur akan mengakibatkan seorang pria kehilangan keinginan untuk berhubungan seks. Dalam kasus tertentu bahkan dapat mengakibatkan gangguan ereksi pada pria. Tak hanya itu, kurang tidur juga akan menyebabkan beberapa gangguan seks salah satunya adalah sleep sex atau disebut juga sexsomnia. Sexsomnia adalah kondisi seseorang mengganti kebutuhan seks dengan tidur. Jika seks sudah terpenuhi dengan tidur, bagaimana hubungan Anda dan pasangan berjalan lancar. Ini bisa jadi masalah baru. Anda tertarik menikmati tidur ketimbang berhubungan intim dengan istri. Gawat nih!

Sumber lain, Dr. David Brandes dari Northridge Hospital Medical Center, Amerika Serikat memberikan saran bagi pria-pria yang mengalami kekurangan waktu tidur untuk mengembalikan libidonya. Yaitu dengan melakukan beberapa aktivitas sebelum tidur, seperti berolahraga, minum kopi dan kurangi minuman beralkohol. Mandi air panas sebentar saja bisa jadi cara mujarab untuk terlelap (Amelia Ayu Kinanti -wolipop)

Senin, 21 Juni 2010

Kurang Tidur Bikin Perempuan Mudah Marah


Emosi perempuan meledak-ledak di pagi hari ternyata ada alasannya. Menurut penelitian, jika seorang perempuan kurang tidur, maka emosinya menjadi sulit dikontrol.

Kurang tidur ternyata berdampak besar pada kesehatan perempuan. Namun meenurut survey, perempuan lebih sering mengalami gangguan di waktu tidurnya dibandingkan laki-laki.

Sebuah penelitian dilakukan di Universitas Duke, Durham, Carolina Utara, Amerika Serikat. Mereka melakukan survey terhadap 210 orang perempuan dan laki-laki yang sehat. Menurut penelitian, 40 persen dari peserta survei mengalami gangguan dalam tidurnya.

Namun dari angka 40 persen tersebut, yang paling banyak adalah peserta survey berjenis kelamin perempuan. Dalam penelitian itu juga disebutkan bahwa, perempuan yang mengalami gangguan pada tidurnya, atau harus menunggu lebih dari 30 menit untuk terlelap akan mengalami bermacam gangguan.

Gangguan tadi adalah meningkatnya jumlah fibrinogen dalam tubuh yang dapat mengakibatkan stroke. Selain itu kurangnya waktu tidur pada perempuan juga dapat mengakibatkan pembuluh darah menipis sehingga mudah pecah.

Perempuan-perempuan yang memiliki jam tidur yang kurang akan mudah merasa depresi, sikap permusuhan juga rasa marah. Itulah alasan mengapa mood perempuan sering terganggu di pagi hari.

Dari peneliian yang detikhot kutip dari Daily Mail, Senin (9/2/2009) perempuan memang memiliki kebutuhan waktu tidur yang lebih panjang dari laki-laki. Dan risiko-risiko tadi hanya dialami oleh perempuan. Sedangkan kurangnya waktu tidur pada laki-laki ternyata tak berpengaruh banyak pada kesehatannya.(Amelia Ayu Kinanti-wolipop)

Kurang Tidur Malam Tak Bisa Diganti Siang Hari

Ada anggapan jika malamnya begadang maka waktu tidurnya bisa diganti dengan bangun lebih siang. Ternyata waktu tidur malam tak bisa diganti dengan tidur lebih lama di pagi harinya atau tidur siang.

"Tidur di malam hari adalah suatu regulasi yang teratur dan sudah terpola dengan baik. Karena beberapa hormon tertentu hanya muncul dan bekerja saat malam hari saja," ujar DR dr Nurmiati Amir, SpKJ(K) dalam acara konferensi pers Tatalaksana Komprehensif Insomnia di hotel Novotel Mangga Dua Square di Jakarta, Sabtu (1/5/2010).

Jika seseorang tidak tidur pada malam hari maka hormon pertumbuhan dan hormon imunitasnya tidak akan muncul, dan hormon ini tidak bisa digantikan jika orang tidur saat siang hari.

Karena kedua hormon ini hanya akan muncul saat malam hari maka jika seseorang memiliki pola tidur yang terbalik yaitu tidur saat siang hari, pertumbuhan dan sistem kekebalan tubuhnya akan terganggu.

Tidur saat malam hari memiliki banyak fungsi dan manfaat, yaitu:

1. Memperbaiki metabolisme otak, karena meskipun organ lain beristirahat saat tidur tapi otak tetap aktif.
2. Sirkit neuron akan teraktivasi sehingga memori ingatan seseorang akan meningkat.
3. Mengonsolidasi memori yang baru didapatkan dan tetap mempertahankan memori yang lama.
4. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh, karena saat tidur tubuh melakukan detoksifikasi dengan cara menghancurkan toksin-toksin yang ada di tubuh.


"Tidur adalah suatu kegiatan yang sangat individual dan setiap orang terkadang memiliki waktu tidur yang berbeda-beda. Hal terpenting adalah seseorang merasa segar atau tidak saat bangun tidur," imbuhnya.

Seseorang akan merasakan tidur yang sehat jika ditandai dengan waktu tidur yang teratur setiap harinya, terasa segar saat bangun di pagi hari dan tidak merasa kantuk di siang harinya.

Jika tidak merasakan hal ini, maka kemungkinan saat tidur malam harinya tidak sampai ke stadium tidur yang dalam sehingga regulasi tubuhnya tidak terjadi.

Saat malam hari secara otomatis reseptor di otak akan menginduksi tubuh untuk mengeluarkan hormon melatonin yang membuat seseorang merasa rileks dan juga mengantuk. Hormon melatonin ini biasanya mulai keluar sekitar jam 9 malam yaitu saat suhu tubuh mulai menurun. Jika suhu lingkungan sekitarnya agak lebih dingin atau sejuk, maka seseorang akan tidur lebih nyenyak.

"Saat pagi hari hormon melatonin akan menurun dan suhu tubuh akan meningkat sehingga membuat seseorang terbangun," ungkap dokter psikiatri di RSCM ini.

Jika seseorang sulit tidur di malam hari, cobalah untuk mematikan lampu yang berguna merangsang keluarnya hormon melatonin lebih cepat.

Selain itu buatlah temperatur yang nyaman yaitu agak dingin tapi jangan terlalu dingin di kamar tidur serta usahakan untuk tidak mengerjakan tugas kantor atau menonton televisi di kamar tidur.(Vera Farah Bararah - detikHealth)

Kurang Tidur Satu Malam Saja Bisa Sebabkan Resistensi Insulin

Leiden, Resistensi (penolakan) insulin biasanya terjadi pada orang yang mengalami obesitas. Tapi studi terbaru menemukan orang sehat sekalipun bila kurang tidur satu malam saja bisa mengalami resitensi insulin.

Resistensi insulin adalah suatu kondisi dimana sel-sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap efek penurunan glukosa pada hormon insulin. Obesitas adalah salah satu penyebab resistensi insulin.

Tapi menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam The Endocrine Society's Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism (JCEM), kurang tidur satu malam saja dapat memicu terjadinya resistensi insulin dan diabetes tipe 2.

"Waktu tidur yang singkat pada masyarakat Barat dalam dekade terakhir ini, menyebabkan peningkatan prevalensi resistensi insulin dan diabetes tipe 2," ujar Esther Donga, MD Medical Center Universitas Leiden di Belanda dan penulis penelitian, seperti dilansir dari Medicalnewstoday, Jumat (7/5/2010).

Menurut Donga, hubungan antara peningkatan jumlah waktu tidur yang singkat dan prevalensi diabetes tidak mungkin terjadi secara kebetulan. Temuannya menunjukkan bahwa tidur malam yang singkat memiliki pengaruh yang lebih besar dari regulasi metabolik pada penemuan sebelumnya.

Studi sebelumnya telah menemukan bahwa penurunan durasi tidur selama beberapa malam mengakibatkan gangguan toleransi glukosa.

Tapi studi yang dilakukan Donga adalah studi pertama yang meneliti efek kurang tidur satu malam pada sensitivitas insulin.

Dalam studi ini, peneliti mengamati sembilan orang yang sehat, setelah tidur malam normal (sekitar delapan jam), dan setelah empat jam tidur malam.

Sensitivitas insulin setiap peserta penelitian diukur dengan menggunakan metode klem euglycemic hyperinsulinemic.

Metode ini menggunakan kateter untuk infus glukosa dan insulin ke dalam aliran darah dan kemudian menentukan sensitivitas insulin dengan mengukur jumlah glukosa yang diperlukan untuk mengkompensasi tingkat insulin meningkat tanpa menyebabkan hipoglikemia (kadar gula darah rendah).

"Data kami menunjukkan bahwa sensitivitas insulin tidak tetap orang yang sehat, namun tergantung pada durasi tidur di malam sebelumnya," kata Donga.

Donga mengatakan bahwa efek negatif dari tidur malam yang singkat pada toleransi glukosa yang diproduksi, setidaknya terjadi hanya dengan kurang tidur satu malam.

Dia juga menambahkan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi apakah intervensi yang bertujuan meningkatkan durasi tidur mungkin bermanfaat dalam menstabilkan tingkat glukosa pada pasien dengan diabetes.(Merry Wahyuningsih - detikHealth)

Laki-laki dan Orang yang Obesitas Sering Mendengkur

Jika dibandingkan perempuan, kaum laki-laki seringkali mengalami mendengkur atau ngorok. Tak hanya mereka, orang yang mengalami obesitas serta orang yang mempunyai lingkar leher pendek pun sering mendengkur. Bahkan tak sedikit anak kecil yang juga tidur sambil ngorok.

Kepala Sub Bagian Laring-Faring RS Hasan Sadikin dr Sinta Sari SpTHT-KL menjelaskan secara fisik laki-laki sering mengalami masalah dengkur. Namun, Sinta mengaku tak mengetahui persis penyebabnya. "Tapi dibandingkan dengan perempuan, laki-laki lebih banyak yang mengalami masalah dengkur," kata dia saat ditemui di Klinik dengkur atau Klinik Snoring yang baru saja diresmikan oleh salah seorang direktur RSHS Rizal Haidir, mewakili Dirut RSHS Cissy S Prawira, Kamis (16/10/2008).

Orang yang mengalami obesitas dan orang yang mempunyai leher pendek pun gampang mendengkur. "Jangan salah, tak sedikit anak-anak pun suka mendengkur. Hal itu dikarenakan kelenjar adenoid yang berada di belakang tulang hidung yang berfungsi untuk mengeluarkan antibodi akan membesar jika terserang infeksi, nah makanya mendengkur," kata Sinta.

Dia menjelaskan untuk mengobati masalah snoring atau mendengkur ini, bisa dilakukan dengan operasi dan non operasi.

Sebelumnya Sinta mengatakan mendengkur bisa menyebabkan seseorang kena serangan jantung, hipertensi, gangguan saraf dan impotensi.(Andrian Fauzi - detikBandung, edited)

Makanan Pencuri Tidur Nyenyak Anda

Sulit untuk memejamkan mata tiap malam? Jangan-jangan Anda sudah terkena insomnia akut. Mulailah perhatikan setiap makanan yang Anda makan, siapa tahu makanan itu si pencuri tidur Anda!

Banyak orang yang mengalami kesulitan saat tidur. Di saat mata mulai mengantuk, ternyata jam weker telah berbunyi. Karena baru terlelap Anda tidak bisa langsung bangun, dan akan semakin buruk saat Anda benar-benar bangun Anda pasti terkejut betapa kacaunya wajah Anda.

"Kalau memang Anda bermasalah dengan tidur, coba deh sebaiknya Anda ingat-ingat apa yang Anda makan semalam. Makanan pedas seperti yang mengandung bawang putih, cabai, cayenne, dan jenis makanan lainnya memang sangat menggoda, tapi justru makanan tersebut dapat membuat Anda tetap terjaga karena rasa panas yang ditimbulkan hingga perasaan tidak nyaman," terang Elizabeth Somer, R.D penulis The Food & Mood Cookbook.

Ada baiknya Anda perhatikan beberapa hal berikut ini untuk mengurangi gangguan saat ingin tidur:

Makan Malam
Saat malam hari, sistem pencernaan mengambil beberapa jam untuk beristirahat, namun ada beberapa yang tidak berhenti bekerja. Ketika gangguan tidur menyerang, cobalah menambahkan sedikit porsi makan siang Anda, dan nikmati makan malam yang lebih ringan. Sehingga membuat sistem pencernaan dapat beristirahat dan membuat Anda tidur lebih cepat.

Perbanyak Sayuran
Makanlah makanan yang lebih sehat tapi sedikit lebih mengandung 'gas' seperti kacang-kacangan, brokoli, cauliflower, brusselsprout. Jika tubuh terlalu banyak gas dapat menyebabkan kesulitan tidur.

Cara Mengunyah
Dalam mengunyah makanan, sebaiknya jangan terlalu cepat. Perlahan dan nikmati makanan yang disajikan untuk megnurangi udara yang masuk yang menyebabkan masalah lambung saat tengah malam.

Minuman Beralkohol
Alcohol memang membuat Anda mengantuk pada awalnya, tapi ini tak akan berlangsung lama. Anda akan merasa terus terjaga sehingga mengurangi waktu istirahat Anda. Empat gelas wine saat makan malam memang tidak akan mengganggu, selama rentang waktunya lebih dari dua jam dari waktu And atidur.

Kopi Setelah Sarapan
Kafein pada kopi akanbertahan di dalam tubuh kurang lebih selama 12 jam setelah dminum. Jadi, jika Anda sering masih terjaga sampai waktu tidur tiba, pastikan Anda sudah bebas kafein setidaknya 12 jam sebelumnya. Masih menonton televisi pada pukul 2 dini hari? Cobalah untuk tidak mengkonsumsi kafein selama 2 minggu, jika masalah tidur Anda menjadi lebih baik, mulai lah mengatakan 'TIDAK' pada kafein.

"Jika sudah membaik, coba minum secangkir kopi atau teh di pagi hari dan perhatikan apa yang terjadi. Apabila masalah tidur menganggu And alagi, sebaiknya Anda benar-benar menghindari yang namanya kafein." terang Somer.

Dapatkan kualitas tidur yang baik, yaitu 6 hingga 8 jam setiap hari. Selain membuat And asegar saat pagi hari, kulit, dan pikiran Anda akan merasa lebih baik. Tidak hanya itu, And aakan merasa jauh lebih muda 3 tahun dari umur Anda sebenarnya.(Eka Septia - detikFood)

Mau Hot Bercinta? Tidur Yang Cukup!

Rasa letih ternyata bisa menganggu kegiatan bercinta. Karena keletihan, banyak orang yang memilih untuk tidur daripada membahagiakan pasangannya di ranjang.

Sebanyak 8.500 orang di Inggris di survei. Survei itu membicarakan kegiatan malam masyarakat Inggris. Ternyata kebanyakan dari mereka memilih tidur daripada bercinta dengan pasangan.

Sebanyak 79 persen peserta survei mengaku lebih memilih tidur ketimbang bercinta. Setelah diteliti lebih jauh, 7 dari 10 peserta survei mengaku mengalami gangguan sulit tidur. Dan hanya 12 persen dari 8.500 orang yang memiliki waktu tidur melampaui 8 jam.

Dr. Chris Idzikowski dari Edinburgh Sleep Centre yang dikutip detikhot dari Telegraph, Senin (2/3/2009) mengungkapkan bahwa insomnia, atau gangguan tidur yang diderita para peserta survei tadi dapat mengakibatkan risiko kesehatan.

Tekanan darah tinggi, gangguan jantung dan stroke adalah beberapa penyakit yang bisa diderita seseorang yang insomnia. Para peserta survei itu juga mengaku bahwa keletihan dan rasa kantuk yang luar biasa dapat membuat organ seks mereka tak berfungsi dengan baik.

Jadi atur waktu tidur Anda baik-baik! (Amelia Ayu Kinanti -wolipop)

Minggu, 20 Juni 2010

Mendengkur


Deskripsi

Mendengkur, seperti semua suara lainnya, disebabkan oleh getaran yang menyebabkan partikel-partikel di udara untuk membentuk gelombang suara. Sebagai contoh, ketika kita berbicara, pita suara kita bergetar untuk membentuk suara kita. Ketika perut kita keroncongan (borborygmus), lambung dan usus kita bergetar seperti udara dan makanan bergerak melalui mereka.

Sementara kita tidur, turbulen aliran udara yang dapat menyebabkan jaringan hidung dan tenggorokan bergetar dan menimbulkan mendengkur. Pada dasarnya, mendengkur adalah suara yang dihasilkan dari turbulen aliran udara yang menyebabkan jaringan bergetar saat tidur.

Tanda

Mendengkur

Perawatan

Pengobatan dengan operasi mungkin sulit untuk ditentukan. Masalah mendengkur biasanya adalah masalah bagi pasangan atau tempat tidur sekamar. Oleh karena itu, perawatan yang berhasil juga harus mencakup tujuan mencapai sukses tidur malam untuk tidur pasangan atau teman sekamar.Hal ini membuat perawatan mendengkur menjadi tantangan yang sulit. Jika pasangan tempat tidur mereka bisa menerima, maka masalah mendengkur tak jadi masalah.

Sumber: medlineplus dan medicinet.-detikhealth

Mendengkur? Hati-hati Disfungsi Ereksi!

Mendengkur biasanya dianggap sepele. Orang-orang yang mendengkur biasanya disebut memiliki penyakit sleep apnea yaitu gangguan penyempitan saluran nafas saat tidur sehingga menimbulkan dengkuran.

Ternyata menurut para peneliti dalam German Sleep Society, mendengkur juga mempunyai hubungan erat dengan disfungsi ereksi. Mendengkur mempunyai mekanisme aliran darah yang sama seperti penyebab seseorang menderita disfungsi ereksi.

Aliran darah yang tidak normal menimbulkan disfungsi ereksi, begitu juga dengan mendengkur yang bisa mengacaukan aliran darah. Demikian kutip detikhot dari Thelocal, Senin (27/10/2008).

Parahnya dari penelitian yang dilakukan para peneliti asal Jerman tersebut, sekitar 70 persen penderita sleep apnea juga mengalami disfungsi ereksi.

Tak hanya itu, menurut para peneliti, para pendengkur juga berisiko menderita penyakit lain. Penyakit jantung adalah salah satunya. Jadi jangan pernah sepelekan dengkuran Anda!(Amelia Ayu Kinanti -wolipop)

Menghindari Rasa Kantuk di Kantor

Biasanya rasa kantuk datang di sekitar pukul dua hingga empat sore. Kopi mungkin bisa menjadi solusi untuk membuat Anda tetap terjaga, namun hal tersebut belum tentu baik bagi kesehatan Anda.

Rasa kantuk yang Anda rasakan di siang hari biasanya dikarenakan kurangnya tidur di malam hari. Agar hal tersebut tidak terulang lagi, cobalah ikut tips berikut ini.

Tidur Yang Memadai
Banyak orang yang memangkas jam tidur mereka untuk menonton sinetron atau hang out di cafe bersama teman-teman. Jangan heran jika keesokan harinya kepala terasa berat dan sulit berkonsentrasi.

Menghindari Rasa Kantuk di Kantor

Orang dewasa membutuhkan tujuh hingga sembilan jam untuk tidur setiap harinya. Jika jam tidur tersebut tidak memadai, maka Anda akan merasa mengantuk di keesokan harinya.

Jauhkan Gangguan
Karena biasanya ada hal yang lebih menarik daripada tidur, seperti menonton tv, membaca buku atau browsing internet, maka jauhkan benda-benda tersebut dari kamar Anda. Jadikan kamar tidur hanya untuk tidur dan bercinta saja. Maka Anda akan mendapatkan waktu yang cukup untuk istirahat.

Jaket
Biasanya kantor Anda dilengkapi dengan fasilitas pendingin ruangan. Udara yang dingin pastinya akan membuat Anda lebih mudah mengantuk. Oleh karena itu simpanlah jaket di kantor untuk menghangatkan tubuh dan melawan rasa kantuk yang menyerang.

Makan Tepat Waktu
Dengan makan tepat pada waktunya, maka tidak hanya baik bagi kesehatan saja, tetapi juga membantu mengatur ritme sirkadian Anda. Ritme sirkadian adalah irama yang mengatur diri Anda dalam satu hari. Jika selama ini ritmenya sudah salah karena kebiasaan Anda (tidur larut dan mengantuk di siang hari), perbaiki dengan mulai makan tepat waktu.

Jangan Tidur Siang
Sehebat apapun rasa kantuk yang Anda alami saat di kantor, sebaiknya janganlah sampai tertidur. Hal tersebut akan membuat ritme sirkadian Anda berubah secara perlahan. Jika Anda menurutinya (tidur siang) maka di malam hari Anda akan mengalami kesulitan tidur dan kembali mengantuk pada siang hari.

Olahraga
Latihan secara rutin memberikan berbagai manfaat untuk tubuh, termasuk tidur. Jika Anda mengalami kesulitan tidur di malam hari, maka mulailah berolahraga sebelum Anda makan malam, maka Anda akan merasa mengantuk beberapa jam kemudian.(Angga Firmanza - wolipop)

Minuman Soda dan Risiko Kesehatan

Saat piknik di akhir pekan, menonton film di bioskop atau udara yang sangat panas banyak orang yang lebih suka mengonsumsi minuman soda. Tanpa disadari, keseringan minum soda bisa memberikan efek buruk terutama bagi perempuan.

Minuman soda bisa merusak gigi karena mengandung kadar gula yang tinggi. Soda juga bisa memberikan risiko osteoporosis yang lebih tinggi pada kaum perempuan dibandingkan dengan minuman ringan lainnya.

Perempuan lebih berisiko mengalami osteoporosis atau pengeroposan tulang terutama saat usianya semakin bertambah tua. Meskipun hampir sebagian besar orang sudah tahu, tapi banyak yang belum menyadari. Mengonsumsi minuman soda bisa mempercepat datangnya suatu penyakit.

Kandungan asam fosfor dalam minuman soda yang menimbulkan sensasi kesegaran atau gelembung-gelembung udara ternyata dapat mengerogoti tulang. Jika minuman soda terus menerus dikonsumsi, maka semakin lama tulang akan makin rapuh dan berbentuk seperti pori-pori yang bolong-bolong.

Selain bisa membuat tulang menjadi rapuh, konsumsi minuman soda juga dapat melemahkan otot serta tulang. Hal ini berdasarkan dari hasil penelitian yang dilaporkan dalam International Journal of Clinical Practice.

Seperti dilansir MSN, Selasa (5/1/2010), laporan itu menyebutkan bahwa konsumsi soda lebih dari 2 liter per hari bisa menyebabkan kadar kalium dalam darah menjadi turun drastis. Jika tubuh kekurangan kalium, efek yang dirasakan adalah tubuh merasa lemah, pusing dan dapat menyebabkan atrofi otot (tak mampu mengangkat beban atau geraknya jadi terbatas).

Peneliti menduga kadar kalium turun akibat banyaknya kandungan gula dan kafein dari minuman soda in sehingga membuat ginjal menyaring kalium lebih banyak dari sel.

Selain menyebabkan osteoporosis, minuman soda yang dikonsumsi secara terus menerus juga bisa menimbulkan risiko kesehatan lain seperti diabetes tipe 2 akibat kandungan gulanya yang tinggi, merusak gigi akibat kandungan asam fosfor dan gula, memberikan efek dari kafein yang dikandung seperti insomnia, tekanan darah tinggi dan detak jantung yang tidak beraturan.

Risiko lainnya adalah menyebabkan kegemukan akibat kandungan kalori yang bisa mencapai 225 kalori. Dalam setiap 1,057 liter minuman soda mengandung 225 kalori dan 39 gram gula.(Vera Farah Bararah - detikHealth)

Narkolepsi


Deskripsi

Narkolepsi adalah gangguan tidur kronis yang ditandai dengan rasa kantuk di siang hari yang luar biasa dan serangan tidur tiba-tiba. Serangan tidur siang hari tersebut terjadi seperti tanpa tanda apapun seperti menguap atau yang lain dan kejadian tersebut terjadi berulang kali dalam satu hari.

Penderita narkolepsi sering kesulitan untuk tetap terjaga dalam jangka waktu lama. Bagi penderita, Narkolepsi dapat menyebabkan gangguan serius dalam rutinitas harian. Penderita narkolepsi terfragmentasi sering tidur di malam hari dengan singkat dan sering terbangun.

Penyebab pasti narkolepsi tidak diketahui. Namun dipercaya bahwa genetika kemungkinan mempengaruhi terjadinya gangguan ini. Tetapi pengaruh yang lebih besar kemungkinan karena infeksi yang mengakibatkan kerusakan sel-sel otak tertentu yang mengatur bagian tidur.


Gejala
Tanda-tanda dan gejala dari narkolepsi meliputi:
# Kantuk di siang hari yang berlebihan.
Karakteristik utama narkolepsi adalah mengantuk luar biasa dan tak terkendali di siang hari. Orang dengan narkolepsi tertidur secara tiba-tiba, di mana saja dan kapan saja. Sebagai contoh, penderita mungkin tiba-tiba tertidur untuk beberapa menit di tempat kerja atau ketika sedang berbicara dengan teman. Penderita tidur hanya beberapa menit atau sampai setengah jam sebelum bangun dan merasa segar, tapi kemudian tertidur lagi. Selain tidur di waktu dan tempat yang tidak tepat, penderita juga mengalami penurunan kewaspadaan sepanjang hari.

# Tiba-tiba lemas
Kondisi tiba-tiba lemas (seperti tak berotot) disebut cataplexy, dapat menyebabkan berbagai perubahan fisik, dari cadel ketika berbicara untuk melengkapi kelemahan dari sebagian besar otot, dan dapat berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit. Cataplexy yang tidak terkontrol dan sering dipicu oleh emosi yang kuat, biasanya yang positif seperti tertawa atau kegembiraan, tapi kadang-kadang ketakutan, kejutan atau kemarahan. Misalnya, kepala penderita dapat terkulai tak terkendali atau lutut tiba-tiba lemas ketika tertawa.

Beberapa orang dengan pengalaman narkolepsi hanya satu atau dua episode cataplexy setahun, sementara yang lain memiliki banyak episode setiap hari. Dari data Mayoclinic diperkirakan 70 persen orang dengan pengalaman narkolepsi mengalami cataplexy.

# Tidur Lumpuh
Orang-orang dengan narkolepsi sering mengalami ketidakmampuan untuk bergerak atau berbicara saat jatuh tertidur atau saat terjaga dalam beberapa menit. kejadian ini biasanya singkat- yang berlangsung satu atau dua menit. Penderita merasa hilang kendali atas tubuhnya.

# Halusinasi
Halusinasi inidisebut hypnagogic halusinasi, mungkin terjadi ketika seseorang dengan narkolepsi dengan cepat jatuh ke tidur sementara, seperti yang dia lakukan pada permulaan tidur di malam hari dan secara berkala sepanjang hari, atau setelah bangun. Karena penderita setengah sadar ketika mulai bermimpi.

Karakteristik lainnya dari narkolepsi meliputi gelisah ketika tidur di malam hari dan melakukan gerakan otomatis. Gerakan otomatis itu seperti meletakkan barang, berbicara, atau perilaku lain. Namun ketika terbangun, penderita tidak sadar dengan perilaku yang dilakukan sebelumnya. Orang dengan narkolepsi juga melakukan gerakan seperti gerakan dalam mimpi mereka. Penderita bisa menggapai-gapai lengan atau menendang mereka, bahkan berteriak-teriak.

Pengobatan
Narkolepsi adalah suatu kondisi kronis yang tidak hilang sepenuhnya. Meskipun tidak ada obat untuk narkolepsi, pengobatan dan perubahan gaya hidup dapat membantu penderita mengelola gejala. Obat-obatan yang dapat digunakan antara lain stimultan atau antidepresan. Namun sebelum mengkonsumsi obat tersebut disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Sumber: medlineplus dan mayoclinic-detikhealth

Neurosarcoidosis

Neurosarcoidosis adalah komplikasi sarcoidosis yang melibatkan peradangan dan endapan abnormal dalam jaringan sistem saraf (termasuk otak, saraf tulang belakang, dan saraf lainnya).

Sarcoidosis adalah kronis kelainan yang mempengaruhi banyak sistem tubuh. Sebagian besar kasus melibatkan paru-paru, tapi juga dapat mempengaruhi bagian tubuh lain.

Sarcoidosis ini ditandai oleh respon sistem imun abnormal yang menghasilkan endapan sel-sel darah putih dan sel-sel jaringan abnormal pada organ yang terganggu. Sejumlah kecil kasus akan melibatkan beberapa bagian dari sistem saraf (neurosarcoidosis).

Neurosarcoidosis dapat mempengaruhi bagian manapun dari sistem saraf. Tiba-tiba, sementara facial palsy (wajah kelemahan) adalah umum dengan keterlibatan saraf cranial VII. Setiap saraf dapat terkena, termasuk saraf mata dan saraf yang mengendalikan rasa, bau, atau pendengaran.

Kondisi dapat juga mempengaruhi bagian dari otak yang disebut hipotalamus, yang terlibat dalam mengatur banyak fungsi tubuh seperti suhu, tidur, dan stres tanggapan.

Kelemahan otot atau indera kerugian dapat terjadi dengan perifer keterlibatan saraf. Area lain dari otak atau sumsum tulang belakang juga mungkin terlibat. Neurosarcoidosis dapat menyebabkan cacat permanen dan, dalam beberapa kasus, kematian.

Gejala
Keterlibatan kelenjar hipofisis dapat menyebabkan:
* Urin tinggi
* Sangat haus
* Perubahan dalam periode menstruasi
* Berlebihan kecapaian (kelelahan)

Keterlibatan otak atau saraf kranial:
* Lemahan, terkulai
* Demensia atau delirium
* Gangguan kejiwaan (ada)
* Kejang
* Sakit kepala
* Kehilangan indra penciuman
* Hilangnya rasa, selera yang abnormal
* Penurunan pendengaran
* Kelaiamam penglihatan
* Pusing atau vertigo (abnormal sensasi gerakan)
* Gangguan pengucapan

Keterlibatan dari satu atau lebih perifer saraf:
* Kehilangan sensasi di bagian tubuh manapun
* Sensasi abnormal di bagian tubuh manapun
* Kehilangan gerakan dari setiap bagian tubuh (kekakuan sendi)
* Kelemahan dari setiap bagian tubuh

Perawatan
Ada dikenal obat untuk gangguan ini. Pengobatan diindikasikan jika gejala yang parah atau progresif. Tujuan pengobatan adalah untuk mengurangi gejala.

Kortikosteroid seperti prednison diresepkan untuk mengurangi peradangan.� Obat ini sering diresepkan selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, atau sampai gejala mereda. Obat lain, terutama mereka yang menekan sistem kekebalan tubuh, juga dianjurkan.

Gejala harus dirawat. Sebagai contoh, bagian tubuh yang kebas harus dilindungi dari bahaya. Daerah lemah mungkin memerlukan terapi fisik atau peralatan untuk membantu mobilitas dan kemampuan untuk berfungsi secara normal. Sedangkan untuk kelainan jiwa atau demensia memerlukan penanganan keselamatan, bantuan dan pengobatan lain seperti obat untuk depresi.

Sumber: medlineplus dan healthguide.-detikhealth

Ngorok Meningkatkan Risiko Kematian

Jika Anda memiliki gangguan tidur yang parah, sebaiknya segera menemukan cara mengatasinya. Karena peneliti di Amerika Serikat mengatakan gangguan tidur yang parah ternyata bisa meningkatkan risiko meninggal lebih cepat hingga 46 persen.

Peneliti mengatakan orang yang memiliki masalah dengan pernafasan yang parah selama tidur lebih tinggi risiko meninggal mudanya dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki gangguan tidur.

"Orang yang sering ditemui berisiko ini adalah laki-laki usia 40 sampai 70 tahun," ujar Naresh Punjabi dan tim dari Johns Hopkins University di Baltimore, seperti dikutip Reuters, Rabu (19/8/2009).

Gangguan tidur biasanya disebabkan oleh terhalangnya saluran udara bagian atas selama tidur, mendengkur yang keras bisa menjadi salah satu gejalanya. Gangguan tidur sangat dekat hubungannya dengan obesitas, tekanan darah tinggi, gagal jantung dan stroke.

Naresh Punjabi dan tim meneliti 6.400 laki-laki dan peremuan selama kurang lebih 8 tahun. Dan ditemukan orang yang memiliki gangguan tidur parah lebih berisiko meninggal muda tanpa memandang usia, jenis kelamin, berat badan dan merokok atau tidak, seperti dilaporkan dalam Public Library of Science journal PLoS Medicine.

"Pada laki-laki 42,9 persen tidak memiliki gangguan bernapas saat tidur, 33,2 persen memiliki gangguan tidur sedang dan 8,2 persen memiliki gangguan tidur yang sangat parah," ujar Naresh Punjabi.

Sementara itu untuk perempuan, 25 persen memiliki gangguan tidur yang sedang dan 3 persen memiliki gangguan tidur yang sangat parah. Peneliti yang dibiayai oleh National Heart, Lung, and Blood Institute of the National Institutes of Health mengatakan orang yang memiliki gangguan tidur sedang tidak masuk dalam kelompok ini.

"Pada pasien dengan gangguan tidur yang parah saluran udaranya terhalang yang membuat pasien akan menderita selama 20 sampai 30 detik hingga terbangun, jika hal ini sering terjadi atau sekitar setiap 2 menit sekali maka itu sudah termasuk gangguan tidur yang parah dan bisa menjadi masalah yang besar," ujar Dr. David Rapoport dari New York University.

Rapoport mengatakan bahwa perawatan yang terbaik adalah dengan mengurangi berat badan. Namun, perawatan yang paling banyak berhasil adalah dengan masker CPAP (continuous positive airway pressure) melalui hidung yang mengaplikasikan tekanan untuk tetap menjaga saluran udara pasien tetap terbuka saat tidur, seperti bernapas dengan normal. Perawatan lain yang bisa membantu adalah dengan melakukan operasi, termasuk dengan memindahkan letak amandel.

Jadi, jika Anda termasuk salah satu orang yang memiliki gangguan tidur yang parah. Segeralah konsultasikan dengan dokter untuk bisa ditangani dengan benar dan menghindari risiko yang tidak diinginkan.(Vera Farah Bararah - detikHealth)
Related Posts with Thumbnails