Rabu, 16 Juni 2010

WASPADAI "HOBI" NGELINDUR & MENDENGKUR


Tak banyak orang yang sadar bahwa dirinya mengalami gangguan tidur. Padahal, buruknya kualitas tidur bisa menyebabkan gangguan kesehatan yang serius.

Masih banyak dari kita menganggap, bahwa gangguan tidur bukanlah sesuatu yang serius. Padahal, tahukah Anda, salah satu penyebab kecelakaan pesawat ulang-alik Challenger tahun 1986 silam adalah karena pengambilan keputusan yang kurang tepat dari para manajer NASA, yang jika dirunut-runut diakibatkan karena kurang tidur?

Ya, tidur merupakan kebutuhan tubuh yang sangat penting, namun banyak yang menganggapnya sebagai proses istirahat biasa. Pada saat tidur, gelombang otak malah sangat aktif. Menurut Dr. Andreas A. Prasadja, tidur normal terdiri dari beberapa tahap, antara lain tahap rapid eye movement (REM) atau tahap tidur mimpi, dan tahap non-REM. Tahap non-REM dibagi lagi menjadi 4 tahap, yaitu tahap 1 sampai 4. Tahap 1 dan 2 sering disebut tidur dangkal, sementara tahap 3 dan 4 disebut tidur yang dalam, tahap dimana orang paling sulit dibangunkan.

Begitu tidur masuk dalam tahap 3, tubuh kita akan mengeluarkan hormon pertumbuhan (growth hormone). "Hormon ini penting untuk membangun sel-sel tubuh yang rusak. Pada anak, hormon ini berfungsi untuk pertumbuhan, misalnya pertumbuhan tulang," kata dokter dari Sleep Disorder Clinic RS Mitra Kemayoran, Jakarta, ini.

Hormon kortisol yang dikeluarkan tubuh ini akan semakin meningkat menjelang pagi. "Meningkatnya hormon kortisol ini terutama pada saat kita mengalami stres (fisik atau kejiwaan). Hormon kortisol inilah yang membuat kita bangun dalam kondisi kuat dan segar," lanjut Andreas.

Sering Diabaikan

Kebanyakan individu memerlukan 6-10 jam untuk tidur. "Kurang tidur dan mengantuk bisa berakibat fatal. Kurang tidur 1,5 jam dapat menurunkan kewaspadaan di siang hari sebanyak 33 persen, sementara mengantuk merupakan faktor yang memengaruhi terjadinya kecelakaan lalu lintas sebanyak 30 persen," tandas Andreas.

Untuk menentukan apakah seseorang mendapat cukup tidur, antara lain dengan mengukur sleep latency-nya (waktu yang dibutuhkan untuk tertidur, yang nilai normalnya adalah 15-20 menit.) "Jika seseorang jatuh tertidur lebih cepat atau lebih lama dari waktu tersebut, bisa jadi ada gangguan."

Sayangnya, pengetahuan masyarakat tentang gangguan tidur masih kurang. "Jangankan masyarakat umum, bidang pelayanan medis pun belum banyak yang tahu. Orang mengangap tidur itu hanya proses istirahat, bangun, dan segar kembali. Padahal, tidak sesederhana itu."

Jadi, tak heran jika banyak orang yang mengalami gangguan tidur tapi tidak tahu ia mengalami gangguan tidur. Gejala yang paling umum pada gangguan tidur biasanya adalah hipersomnia atau excessive daytime sleepiness (EDS/kantuk berlebihan di siang hari). "Orang seharusnya segar beraktivitas, tapi pada orang-orang tertentu malah mengantuk dan lelah. Ini bersumber dari ketidaktahuan bahwa tidur adalah sebuah proses yang bisa dikendalikan/diatur," cetus Andreas.

Sakit Kepala

Sembilan puluh persen orang dengan EDS mengalami gangguan tidur. Salah satu gangguan tidur yang paling banyak diderita adalah obstructive sleep apnes (OSA), yang gejalanya EDS dan mendengkur. Selama ini orang menganggap mendengkur sebagai pertanda tidur yang pulas. Padahal tidak. Ketika orang mendengkur, terjadi penyempitan di saluran napas atas. "Bisa jadi lidah jatuh ke belakang atau pasien punya amandel. Yang menjadi bahaya adalah jika saluran sama sekali tersumbat sehingga terjadi henti napas," tutur Andreas. Pada saat henti napas, kadar oksigen pun drop, sementara kadar karbondioksida naik.

Di bagian saluran napas terdapat sensor yang aktif pada saat karbondioksida naik. Pada saat sensor aktif dan menunjukkan naiknya kadar karbondioksida, orang akan terbangun sejenak (mini arousal) untuk membuka saluran napas. "Bukan terbangun penuh, ya. Nah, dalam semalam, ini akan berulang terus. Akibatnya tidur pun terfragmentasi, tidak continuously, jadinya tidak enak."

Celakanya, orang tidak tahu kalau ia mendengkur. "Yang tahu adalah pasangan atau teman sekamar. Orang juga tidak ingat kalau malam itu ia terbangun berulang kali karena napas berhenti. Yang ia rasakan, begitu bangun pagi, ia merasa tidak segar, sakit kepala, yang berbuntut EDS lagi, begitu seterusnya. Akibatnya, konsentrasi, daya ingat, bahkan libido pun menurun."

OSA juga berhubungan dengan gangguan fungsi seksual, memori dan konsentrasi, serta perubahan kepribadian. OSA juga bisa berdampak terhadap kesehatan lain, seperti kesehatan kardiovaskuler. Sewaktu mendengkur, kadar oksigen menurun. Jika terjadi berulangkali, oksigen pun akan turun sehingga merusak pembuluh darah. "Akibatnya pembuluh mengeras (aterosklerosis), ditambah lagi kalau intake makanan mengandung kolesterol tinggi, maka pembuluh darah jadi kaku, sehingga memicu hipertensi, gangguan pembuluh darah koroner, atau bahkan stroke," jelas Andreas.

Untuk pernapasan, penurunan oksigen dan peningkatan karbon yang terjadi berulang akan lama-lama membuat badan terbiasa dengan kadar oksigen rendah dan karbondioksida tinggi. "Akibatnya sensor pun rusak, sehingga ia tak peka lagi terhadap kadar karbondioksida yang tinggi."

EMPAT KELOMPOK

Selain OSA, ada ratusan lagi gangguan tidur yang bisa menyerang semua golongan usia, dan hampir semua (95 persen) gangguan tidur tidak terdiagnosis. Gangguan tidur sendiri merupakan suatu pola tidur yang mengganggu. Yang termasuk dalam gangguan tidur antara lain sulit tidur, sulit mempertahankan tidur, tidur pada saat yang tidak tepat, waktu tidur yang berlebihan, atau perilaku abnormal yang berkaitan dengan tidur.

Gangguan tidur dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok, yaitu :

" Sulit Tidur (Insomnia)

Insomnia adalah keadaan sulit tidur, sulit mempertahankan tidur, sering terbangun ketika tidur, bangun tidur terlalu dini. "Bisa bersifat sementara, jangka pendek (2-3 minggu), atau kronis. Faktor yang erat kaitannya dengan insomnia adalah penyakit, depresi, kecemasan (anxietas), stres, lingkungan yang menyulitkan tidur, kafein, alkohol, perokok berat, tidur siang, kebiasaan tidur terlalu dini atau menghabiskan waktu di tempat tidur ketika tidak ingin tidur."

" Mudah Tertidur (Hipersomnia)

Gangguan akibat tidur yang berlebihan disebut hipersomnia. Yang termasuk kelompok ini antara lain sleep apnea, narkolepsi, nocturnal myoclonus, OSA, dan sebagainya. "Jika seseorang tidak dapat tidur dalam, tahap REM pun tidak akan terjadi. Dan ketika bangun, ia merasa lelah. Gejala utamanya mengantuk di siang hari," kata Andreas.

Narkolepsi merupakan keinginan tidur yang tidak tertahankan pada siang hari, meski tidur malamnya cukup. "Bisa menyerang laki-laki maupun perempuan dewasa dan muda. Sementara nocturnal myoclonus adalah keadaan dimana terdapat pergerakan periodik dari tungkai ke bawah ketika tidur. Ini berhubungan dengan rasa mengantuk yang berlebihan pada siang hari."

" Parasomnia

Yaitu gangguan perilaku saat tidur, yang umumnya terjadi pada anak-anak. Penyebabnya biasanya saraf dan psikis (traumatis). Yang termasuk parasomnia antara lain sleep terror dan sleep walking. Sleep terror adalah mendadak bangun dari tidur dengan ketakutan, berkeringat, denyut jantung cepat dan bingung, sementara sleep walking adalah berjalan ketika tidur dan tidak diingat/disadari oleh yang bersangkutan. "Umumnya menyerang anak usia 2-12 tahun. Penyebabnya bisa karena sindroma otak organik, reaksi terhadap obat, atau penyebab psikis."

Gangguan tidur lain adalah gangguan yang berhubungan dengan jadwal tidur yang teratur. Misalnya ketika melakukan perjalanan ke wilayah yang berbeda zona waktunya, atau pada pekerja shift. Yang termasuk ini antara lain sleep state misperception (jumlah waktu tidur berbeda dari yang diduga), natural short sleeper (tidur lebih sedikit tapi tanpa gangguan), sindroma tidur-bangun yang tidak teratur.

Kebanyakan gangguan tidur tak bisa dihindari, tetapi bisa dihubungkan dengan kondisi kesehatan, yang bisa lebih bisa dihindari. Misalnya, banyak penderita OSA yang ternyata memiliki berat badan berlebih (overweight). "Jika berat badan bisa dikurangi, gangguan tidur yang diderita pun bisa diatasi. Yang jelas, pola tidur yang baik merupakan pencegahan terbaik. Olahraga dan diet sehat juga membantu tidur Anda menjadi berkualitas," jelas Andreas.

Jika gangguan tidur sudah tergolong parah, pengobatan bisa dilakukan dengan obat, alat, operasi, atau life therapy (perilaku). Pada gangguan tertentu, dilakukan terapi sinar. Tetapi tentu saja, cara yang paling mudah adalah dengan mengubah gaya hidup serta menambah pengetahuan tentang tidur.

15 CIRI GANGGUAN TIDUR

Hati-hati jika Anda mengalami hal-hal di bawah ini. Bisa jadi, Anda pun mengalami gangguan tidur:
- Sering terbangun pada malam hari
- sulit tidur
- mengantuk berlebihan di siang hari
- mendengkur keras
- mengalami episode berhenti bernapas
- hobi sakit kepala pada pagi hari
- kelelahan pada siang hari
- depresi
- anxietas
- sulit berkonsentrasi
- hilang memori (pelupa)
- pergerakan tungkai bawah ketika tidur
- obesitas
- tekanan darah tinggi (50 persen penderita OSA menderita hipertensi, sebaliknya 30 persen hipertensi primer menderita sleep apnea)
- banyak berkeringat di malam hari
(tabloid nova)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails