
Kebanyakan orang dewasa mengalami insomnia atau kesulitan tidur. Sebanyak 30-50% penduduk terserang insomnia, dan 10% di antaranya adalah insomnia kronis. Meski badan sudah berada di kasur, tapi mata tak kunjung terpejam.
Penyebab utama insomnia adalah stres. Inilah yang secara umum menyerang para penderita insomnia. Penderita insomnia akan memiliki daya konsentrasi lemah dan mengalami kepenatan dalam tingkat parah
Kecukupan tidur Anda tidak hanya diukur dari lama waktu tidur saja, tapi lebih kepada kualitas tidur Anda. Tidur dapat dikatakan berkualitas, jika Anda terbangun pagi hari dalam keadaan segar bugar.
Selain mengkonsumsi obat tidur, sebenarnya ada cara lain yang lebih efektif untuk mengatasi insomnia. Dr Gary Zammit, Director of the Sleep Disorder dari Saint Luke`s Roosevelt Hospital, seperti yang dilansir ABC News, memperkenalkan terapi yang dapat membantu menghilangkan insomnia dan membuat tidur lebih nyenyak.
Diantaranya dengan menjalani terapi perilaku seperti tidur yang sehat, terapi control stimulus, terapi pembatasan tidur, terapi relaksasi dan terapi cahaya. Semuanya bisa membantu untuk tidur.
Tidur sehat yang dimaksud adalah dengan membangun kebiasaan tidur yang baik. Caranya, usahakan tidur pada waktu yang sama setiap malam dan bangun di pagi hari pada jam sama pula, apapun dan bagaimanapun kondisinya.
Hal lain, hindari tidur disiang hari dan tidak mengkonsumsi kafein, nikotin, dan alkohol. Meskipun alkohol memiliki fungsi sedative (pengurang rasa nyeri), namun ia benar-benar bisa mengganggu tidur Anda.
Ingatlah untuk tidak tidur dalam keadaan perut lapar atau kenyang, bangun suasana yang membantu untuk tidur.
Sedangkan terapi pembatasan tidur adalah mengukur berapa lama waktu Anda tidur selama berbaring di tempat tidur. Jika Anda hanya tidur enam jam selama berbaring delapan jam di tempat tidur, maka itu masih tergolong normal.
Sementara itu terapi control stimulus dibangun berdasarkan ide bahwa penderita insomnia biasanya menjadi ka tempat tidur tempat untuk bermalas-malasan, bukan untuk tidur.
Karena itu rekomendasi dari terapi ini adalah, segera bangun dari tempat tidur pada saat jam berapapun Anda terbagun. Memang untuk terapi butuh waktu yang cukup. Inilah yang membuat penderita insomnia tidak sabar, sehingga banyak lebih memilih penyembuhan instan dengan obat-obatan (inilah.com)
Penyebab utama insomnia adalah stres. Inilah yang secara umum menyerang para penderita insomnia. Penderita insomnia akan memiliki daya konsentrasi lemah dan mengalami kepenatan dalam tingkat parah
Kecukupan tidur Anda tidak hanya diukur dari lama waktu tidur saja, tapi lebih kepada kualitas tidur Anda. Tidur dapat dikatakan berkualitas, jika Anda terbangun pagi hari dalam keadaan segar bugar.
Selain mengkonsumsi obat tidur, sebenarnya ada cara lain yang lebih efektif untuk mengatasi insomnia. Dr Gary Zammit, Director of the Sleep Disorder dari Saint Luke`s Roosevelt Hospital, seperti yang dilansir ABC News, memperkenalkan terapi yang dapat membantu menghilangkan insomnia dan membuat tidur lebih nyenyak.
Diantaranya dengan menjalani terapi perilaku seperti tidur yang sehat, terapi control stimulus, terapi pembatasan tidur, terapi relaksasi dan terapi cahaya. Semuanya bisa membantu untuk tidur.
Tidur sehat yang dimaksud adalah dengan membangun kebiasaan tidur yang baik. Caranya, usahakan tidur pada waktu yang sama setiap malam dan bangun di pagi hari pada jam sama pula, apapun dan bagaimanapun kondisinya.
Hal lain, hindari tidur disiang hari dan tidak mengkonsumsi kafein, nikotin, dan alkohol. Meskipun alkohol memiliki fungsi sedative (pengurang rasa nyeri), namun ia benar-benar bisa mengganggu tidur Anda.
Ingatlah untuk tidak tidur dalam keadaan perut lapar atau kenyang, bangun suasana yang membantu untuk tidur.
Sedangkan terapi pembatasan tidur adalah mengukur berapa lama waktu Anda tidur selama berbaring di tempat tidur. Jika Anda hanya tidur enam jam selama berbaring delapan jam di tempat tidur, maka itu masih tergolong normal.
Sementara itu terapi control stimulus dibangun berdasarkan ide bahwa penderita insomnia biasanya menjadi ka tempat tidur tempat untuk bermalas-malasan, bukan untuk tidur.
Karena itu rekomendasi dari terapi ini adalah, segera bangun dari tempat tidur pada saat jam berapapun Anda terbagun. Memang untuk terapi butuh waktu yang cukup. Inilah yang membuat penderita insomnia tidak sabar, sehingga banyak lebih memilih penyembuhan instan dengan obat-obatan (inilah.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar