
Menurut sejumlah peneliti di Amerika Serikat, pil ekstasi dapat meningkatkan risiko gangguan tidur dengan kesulitan bernapas. Seperti ditulis HealthDay, belum lama ini, orang yang menggunakan ekstasi perlu mengetahui bahwa obat ini dapat merusak otak. Bahkan, dapat menimbulkan masalah seperti sleep apnea.
Doktor Una McCann dari Johns Hopkins School of Medicine di Baltimore, AS, bersama rekan-rekannya telah melakukan tes tidur terhadap 71 orang yang pernah menggunakan ekstasi dan 62 orang yang tidak pernah menggunakan obat-obatan ilegal. Hasilnya, pengguna ekstasi memiliki lebih dari delapan kali lipat peningkatan risiko apnea tidur dibanding bukan pengguna. Apnea tidur sendiri berarti gangguan tidur dengan kesulitan bernapas berulang kali ketika tidur dan sangat berbahaya.
Semakin lama seseorang menggunakan ekstasi, kian lama episode apnea tidur yang mereka alami. Temuan ini dapat dijelaskan dengan dampak ekstasi berkaitan kerusakan neuron serotonin--zat kimia dalam otak yang terlibat dalam regulasi tidur dan pernapasan. (liputan6.com)
Doktor Una McCann dari Johns Hopkins School of Medicine di Baltimore, AS, bersama rekan-rekannya telah melakukan tes tidur terhadap 71 orang yang pernah menggunakan ekstasi dan 62 orang yang tidak pernah menggunakan obat-obatan ilegal. Hasilnya, pengguna ekstasi memiliki lebih dari delapan kali lipat peningkatan risiko apnea tidur dibanding bukan pengguna. Apnea tidur sendiri berarti gangguan tidur dengan kesulitan bernapas berulang kali ketika tidur dan sangat berbahaya.
Semakin lama seseorang menggunakan ekstasi, kian lama episode apnea tidur yang mereka alami. Temuan ini dapat dijelaskan dengan dampak ekstasi berkaitan kerusakan neuron serotonin--zat kimia dalam otak yang terlibat dalam regulasi tidur dan pernapasan. (liputan6.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar